Just another WordPress.com weblog

LTE di indonesia

LTE adalah pintu masuk untuk beragam layanan menarik. Sebut saja Voice Over IP, Multi-User Gaming Over IP, High Definition Video On Demand dan Live TV. Kecepatan akses yang ditawarkan secara otomatis juga akan mampu mengoptimalkan layanan-layanan yang sudah ada seperti e-mail, internet browsing, dan MMS. diyakini LTE mampu menghadirkan seluruh layanan yang ada di internet ke dalam sebuah perangkat mobile. Terlebih, LTE menjanjikan low latency yang sangat penting untuk layanan-layanan real time yang memang alergi terhadap delay.
latency turun menjadi 10-20 ms dan kecepatan puncak mencapai 173/58 Mbps (downlink/uplink).

Nokia Siemens Networks (NSN) membantu Telkomsel meningkatkan kapasitas mobile broadband dengan Direct Tunnel. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan wireless broadband, tetapi sekaligus menyiapkan pondasi menuju jaringan berbasis Internet protocol (IP based) dan teknologi generasi keempat (4G) long term evolution (LTE).
“Implementasi Direct Tunnel Telkomsel menegaskan kepemimpinan NSN. Keberhasilan implementasi solusi Direct Tunner kami berarti konektivitas 3G/HSDPA yang jauh lebih baik bagi para pelanggan Telkomsel,” kata Kepala perwakilan NSN Indonesia Arjun Trivedi dalam siaran pers, Kamis (12/2).
Indonesia tampaknya memang masih lebih mengutamakan pengembangan WiMax sebelum implementasi LTE. Menurut Leslie, hal itu cukup normal.

Dari 38.000 BTS yang dipakai Telkomsel saat ini, sekitar 20-30 persen atau sekitar 8.000 unit sudah menggunakan teknologi 3G atau biasa disebut Node B. Dari semua Node B, 50 persen sudah mendukung LTE. Hanya perlu menambahkan modul LTE di BTS.

satu-satunya hal yang membuat Telkomsel belum dapat mengimplementasikan LTE tinggal izin dari pemerintah dan mendapatkan alokasi spektrum frekuensi yang diinginkan. Meskipun demikian, Herfini menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pengaturan frekuensi kepada pemerintah.

begitu juga dengan yang lainnya
Indosat melakukan uji coba lapangan untuk LTE pertama di Indonesia pada pita frekuensi 1800 MHz. Uji coba ini berbasis teknologi FDD-LTE (frequency division duplex) dan menunjukkan kesiapan jaringan Indosat untuk menggunakan kembali pita frekuensi 1800MHz yang ada.

Uji coba tersebut berlangsung di Surabaya dan Bali

Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan pembahasan yang dilakukan untuk teknologi 4G difokuskan pada penggelaran Wimax 16e yang bersifat mobile (bergerak), bersamaan dengan tuntutan industri dan kebutuhan masyarakat.

untuk membangun jaringan LTE dengan kecepatan data 73 Megabita per detik (Mbps) sampai 150 Mbps, minimal tersedia spektrum sebesar 10 MHz hingga 20 MHz. Sementara spektrum yang tersedia untuk operator CDMA saja baru 5 MHz.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s